PAIR Temui Mitra Riset di Sulawesi Selatan untuk Dampak Ekonomi yang Lebih Luas

Makassar, 13 Oktober 2025
Tim kemitraan riset Australia dan Indonesia (Partnership for Australia-Indonesia Research – PAIR Sulawesi) melanjutkan rangkaian kunjungan di pulau Sulawesi untuk bertemu dan berkonsolidasi dengan para peneliti serta pemangku kepentingan. Diawali dari Sulawesi Selatan, pekan lalu.
Pertemuan pertama di Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar, dihadiri perwakilan dari pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha dan kelompok masyarakat guna membahas dampak kolaborasi penelitian ini dalam peningkatan kehidupan masyarakat pesisir, khususnya yang terlibat dalam budidaya rumput laut.
Hadir dalam pertemuan, Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias menyatakan penghargaannya terhadap fokus program PAIR pada kehidupan masyarakat skala kecil melalui penelitian tentang ekonomi sirkular.
Sementara Wakil Rektor bidang Kemitraan UNHAS, Prof. Dr Eng Adi Maulana ST MPhil menegaskan bahwa program PAIR merupakan salah satu wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membantu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pertemuan ini dipimpin oleh Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) UNHAS, Prof Ir Suharman Hamzah PhD (Eng), HSE.
Mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dr M Ilyas ST MSc menggagas budidaya rumput laut di lepas pantai untuk peningkatan skala produksi dan keberlanjutan.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Takalar, Muhibuddin Napjah yang hadir sebagai perwakilan pemerintah kabupaten mendorong pendekatan kajian melalui pembangunan masyarakat dan sistem untuk meningkatkan ekonomi petani setempat. Dalam hal ini, semua pihak yang hadir mendukung metode pengumpulan dan pengelolaan data dalam program PAIR Sulawesi yang akan turut digunakan untuk meningkatkan sektor industri terkait.
“Kami sangat menghargai dukungan dari pemerintah Indonesia, pemerintah Australia dan semua pemangku kepentingan yang berkolaborasi untuk program PAIR,” ucap Direktur Eksekutif Australia-Indonesia Centre (AIC), Dr Eugene Sebastian.
Program PAIR Sulawesi yang didanai secara bersama oleh pemerintah kedua negara menghimpun para peneliti dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dan Australia, termasuk dari sepuluh mitra pendiri AIC untuk mengkaji tantangan bersama seputar dampak perubahan iklim bagi masyarakat pesisir.
Perwakilan pemerintah yang hadir:
Pemerintah Australia
Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan (DKP Sulsel)
Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel
DKP Kabupaten Takalar
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Takalar
Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Universitas Hasanuddin
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNHAS
Industri dan LSM:
Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI)
Jaringan Sumber Daya (Jasuda)
Asosiasi Petani dan Pengelola Rumput Laut Indonesia (ASPPERLI)
Pusat Disabilitas (Pusdis) UNHAS
Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK)
Dewan Pengurus Daerah Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (DPD HWDI) Sulsel
Rappo.id
Tentang kami
PAIR Sulawesi
Australia-Indonesia Centre
Universitas mitra
Sepuluh universitas mitra dalam konsorsium AIC: Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (Unhas), Institut Pertanian Bogor (IPB University), Monash University, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Indonesia (UI), University of Melbourne, University of Queensland.
Sembilan universitas mitra regional PAIR Sulawesi: Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Tadulako (Untad), Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Universitas Mulawarman (Unmul), Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Universitas Pattimura, Universitas Khairun.
Narahubung:
Helen Brown
Lead, Communications and Outreach
Mobile: + 61 417 359 177
WA: +62 811 190 5033
helen.brown@australiaindonesiacentre.org